Saat Anda mulai membaca, bacalah dengan suara keras. Saat Anda mulai membaca atau membaca bagian yang sulit, membacanya dengan suara keras akan membuatnya lebih mudah untuk dipahami.
Mendengarkan diri sendiri saat membaca akan memperdalam pemahaman Anda.
Sekarang saya akan mulai "membaca sambil bergumam".
Saat kita membaca, kita bergumam, berbisik, dan menggerakkan bibir.
Namun, kebiasaan ini lambat laun hilang seiring berkembangnya kemampuan membaca kita dan kita belajar “membaca dalam hati”.
Kemudian, suara-suara mulai muncul di kepala kita.
Sebagai ahli membaca dan bahasa, kita sering mengalami transisi dari membaca bersuara ke membaca dalam hati.
Hal ini merupakan bagian normal dari perkembangan membaca seseorang.
Anak-anak biasanya sudah bisa membaca dalam hati di kelas empat atau lima.
Peralihan dari membaca nyaring ke membaca dalam hati sangat mirip dengan proses dimana anak-anak mengembangkan keterampilan berpikir dan berbicara.
Anak kecil sering berbicara sendiri ketika menghadapi kesulitan.
Psikolog Rusia Lev Vygotsky menyebut ini sebagai "pidato pribadi".
Namun, bukan berarti hanya anak-anak yang berbicara kepada dirinya sendiri.
Lihatlah orang dewasa yang mencoba merakit penyedot debu baru.
Anda mungkin dapat mendengar saya bergumam pada diri sendiri ketika saya mencoba memahami instruksi perakitan. Seiring dengan meningkatnya kemampuan berpikir anak, mereka lebih memilih berbicara dalam kepala dibandingkan dengan suara keras. Ini disebut “ucapan batin” (“berbicara dari hati”).
Jika Anda pandai membaca, membaca dalam diam akan menjadi lebih mudah. Ini membuat membaca lebih cepat karena Anda tidak perlu mengucapkan setiap kata. Anda juga dapat kembali ke bagian sebelumnya dan membaca ulang teks tanpa mengganggu alur membaca Anda.
Anda juga dapat melewatkan kata-kata pendek yang sudah Anda ketahui. Membaca senyap lebih fleksibel dan memungkinkan Anda fokus pada hal penting. Ketika kita membaca dalam hati, kita mulai mengenali “suara hati” kita.
Mengembangkan "suara hati" Anda
Mendengar suara hati Anda saat membaca adalah hal yang lumrah. Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa 4 dari 5 orang melaporkan sering atau selalu mendengar suara hati saat membaca dalam hati. Beberapa orang mengatakan bahwa ada berbagai jenis suara hati.
Suara hati kita bisa menjadi suara kita sendiri. Mungkin mirip dengan cara kita berbicara, atau mungkin terdengar persis seperti suara yang kita ucapkan. Atau nada atau timbre suara Anda mungkin sangat berbeda. Sebuah penelitian terhadap pembaca dewasa menemukan bahwa suara yang mereka dengar di kepala mereka dapat berubah tergantung pada apa yang mereka baca. Misalnya, jika sebuah bagian dalam sebuah buku diucapkan oleh tokoh tertentu, kita mungkin mendengar suara tokoh tersebut di kepala kita.
Jadi jangan khawatir jika banyak suara muncul di kepala Anda saat membaca buku. Artinya kita sudah menjadi orang yang pandai membaca dengan tenang.
Komentar
Posting Komentar