ANDA PASTI TERKEJUT! Ternyata Inilah Manfaat Biomedis dari Cangkang Telur yang Mungkin Belum Kamu Ketahui
Telur merupakan makanan pokok hampir seluruh penduduk dunia.
Namun konsumsi dan penanganannya menghasilkan limbah dalam jumlah besar.
Limbah utama dalam sektor makanan adalah cangkang, yang menyumbang sekitar 10% dari total berat telur.
Yang mungkin belum diketahui banyak orang adalah bahwa berdasarkan prinsip ekonomi sirkular dalam industri makanan, cangkang telur dapat diubah dan digunakan kembali untuk berbagai aplikasi teknologi dan industri.
Misalnya, kulit telur diolah menjadi pupuk dan bahan tambahan pakan ternak, dan digunakan untuk mendekontaminasi air limbah dan mengembangkan bahan untuk regenerasi jaringan.
Penggunaan biomedis yang terakhir ini dibahas dalam artikel ini.
Sebuah Mahakarya Bioteknologi Pembentukan cangkang telur ayam dianggap sebagai proses mineralisasi mineral yang paling cepat dan terkendali di alam.
Ini adalah struktur biologis yang sangat kompleks, dirancang sempurna dari sudut pandang fisiologis dan mekanis untuk perkembangan embrio ayam.
Lapisan pelindung ini terdiri dari lapisan terkalsifikasi (kristal kalsium karbonat berbentuk kalsit) yang dilekatkan lapisan tipis pada permukaan luar membran, terlihat pada saat telur retak.
Memanfaatkan Kembali Kulit Telur Untuk memanfaatkan sifat biomineral kulit telur, penelitian terbaru telah mengusulkan metode eksperimental untuk mengubah kandungan mineral kulit telur menjadi partikel kalsium fosfat.
Dengan cara ini, komposisinya menyerupai tulang dan gigi, dan komposisi organik dari struktur aslinya sebagian dipertahankan.
Hasil penelitian ini akan berguna untuk pengembangan dan fabrikasi bahan biokompatibel dengan sifat osteoinduktif, khususnya untuk regenerasi jaringan mineral di bidang rekayasa jaringan dan kedokteran gigi.
Tujuan utamanya adalah mengubah limbah ini menjadi partikel yang berguna untuk keperluan biomedis, menjadikan proses ini hemat biaya (dengan mengurangi jumlah operasi pemrosesan) dan ramah lingkungan.
Hal ini dicapai dengan metode konversi kimia hidrotermal suhu rendah.
Membran: Polimer Alami
Membran telur, lapisan dalam yang tipis, mudah dipisahkan dengan tangan saat memecahkan cangkang dalam resep apa pun.
Membran ini memiliki kandungan protein yang tinggi, seperti lisozim, ovotransferrin, dan clusterin, serta mengandung berbagai jenis kolagen.
Komposisi polimer alami ini cocok untuk pengembangan kosmetik, suplemen nutrisi, atau salep untuk luka bakar dan luka umum.
Penelitian lain mengusulkan pengembangan biomaterial baru melalui mineralisasi membran.
Tujuannya adalah untuk meniru pembentukan dan struktur jaringan termineralisasi serta perilaku mekanis sistem berbasis kolagen lainnya, seperti yang ditemukan pada tulang dan gigi.
Para ilmuwan mampu menyimpan apatit (mineral yang terbuat dari kalsium fosfat) pada permukaan luar membran menggunakan sistem kristalisasi terkontrol, namun permukaan bagian dalam tetap tidak termineralisasi.
Komposisi apatit mirip dengan komposisi apatit, bersama dengan kolagen yang terdapat pada membran, membentuk bagian jaringan yang mengalami kalsifikasi.
Selain itu, uji biologis menunjukkan bahwa bahan biohibrid ini (mengandung jaringan hidup) bersifat biokompatibel dan non-sitotoksik (yaitu tidak mempengaruhi perkembangan sel spesifik di permukaan) dan terbukti mendorong proliferasi dan diferensiasi sel.
berbagai jenis sel yang terlibat.
Metabolisme tulang.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat biomaterial dua dimensi dengan fungsi ganda.
Ini berarti permukaan luar yang mengalami kalsifikasi memberikan regenerasi jaringan dan permukaan bagian dalam memberikan perlindungan terhadap invasi sel.
Dengan kata lain, biomaterial ini berperan serupa dengan membran cangkang telur dalam pembentukan telur ayam.
Aplikasi Biomedis dan Pemanfaatan Limbah
Penelitian di atas memanfaatkan sifat biologis dan desain cangkang telur untuk mereproduksi struktur dan komposisi jaringan termineralisasi.
Pengembangan bahan-bahan ini dapat digunakan untuk aplikasi masa depan dalam regenerasi tulang dan perawatan gigi.
Misalnya saja, kita melapisi pulpa gigi ketika jaringan dalam yang membusuk mungkin terlihat.
Tentu saja hal ini juga menarik sehubungan dengan ekonomi sirkular, karena limbah dari industri makanan dapat diubah menjadi bahan dengan sifat biomedis yang menjanjikan.

Komentar
Posting Komentar